Empat Lima

3167 Kata

Sampai di rumah Alya mendapati tante Sinta,  tantenya sedang terduduk lemas di kursi. Perempuan itu seperti kehilangan daya dan kekuatannya sama sekali. Melihat tantenya yang seperti itu, Alya buru-buru mendekat dan berjongkok ke arahnya. "Ada apa tante?  Kenapa tante sampai lemas seperti ini? Papa? Papa sudah bisa dihubungi?" tanya Alya. Air mata Sinta turun membasahi pipinya membuat Alya seketika terhenyak karena kaget dan bingung harus bagaimana melihat Sinta seperti itu. "Kamu sudah tahu Al kenapa dua orang yang meneror kamu mati?" tanya tante Sinta dan Alya menggeleng. "Cepat cari tahu Al..." kata Sinta lagi dengan air mata yang meleleh. "Sebenarnya kenapa sih, Tan?" tanya Alya cemas. Sinta hanya bisa memandang Alya dengan bingung. Ia pun tak tahu sebenarnya ada apa. Cuma ia pun

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN