Enam Tiga

2518 Kata

Darah Bagas telah mendidih saat Larita menyebut nama Ronald. Dari dulu ia tak suka dengan Ronald, ia tak tahu masalah diantara keduanya apa, yang jelas Ronald selalu mengambil sesuatu darinya, sesuatu miliknya. "Katakan dan jelaskan secara detail, Ta..." kata Bagas dengan suara beratnya yang terkesan pelan tapi tegas. Ia memandang Larita baik-baik dan sangat berharap kepada istrinya itu bahwa ia akan mengungkapkan semuanya yang sepatutnya ia ketahui. "Ronald memintaku mengajak Alya ke hotel." "Lalu?" "Lalu semuanya aku tak tahu. Semua rencana Ronald. Aku baru mengetahuinya di hari ulang tahunku bahwa rencana Ronald adalah mencoreng nama Alya dengan menjebaknya bersama lelaki tua paruh baya. Alya tak kenal lelaki itu, dan aku juga tak mengenalnya." Bisa Larita lihat dengan sangat jelas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN