Jam sudah menunjuk ke angka lima sore saat Gendhis telah tiba di kafe Satoe Hati. Plang nama yang telah dipadukan dengan lampu kerlap-kerlip adiwarna belum juga ia eksekusi. Padahal, harusnya ia bisa mengganti demi menghilangkan jejak perselingkuhan yang terendus dari usaha mendiang sang suami. Dihelanya napas panjang sebelum akhirnya mengangguk mantap. Usai memasuki wilayah kafe, ia juga teringat akan apa yang dikatakan Dude saat kali pertama memperkenalkan diri sebagai istri sang pemilik. Di dalam, ia melihat Puri yang begitu lelah masih berada di balik meja kasir. Dipanggilnya beberapa karyawan laki-laki yang terlihat bebas dan tak menangani pekerjaan. "Bisakah kalian membantuku melepas siluet pada plang nama di atas?" tanya Gendhis. Dijawab anggukan meski ragu, akhirnya Gendhis meng

