68. Kedatangan Gendhis, Menghapus Segala Luka

1963 Kata

Gendhis telah tiba di rumah sakit tempat sang ayah dirawat. Dua jam sudah ia mengendarai mobil dengan kecepatan sedang. Melewati jalur ekstrem demi memangkas waktu menjadi pilihan utama. Meski demikian, ia juga tak mengabaikan rambu-rambu demi keselamatannya. Dering ponsel yang terus menggaung tak membuatnya hilang fokus. Ia tetap menginjak pedal gas dan terus mengamati jalanan curam. Mendung menyambutnya saat keluar dari area Cangar. Hujan mengguyur tepat saat ia memasuki wilayah Mojokerto dari arah utara. Hingga sampai di tempat yang diinformasikan sang adik, hujan masih turun dengan derasnya berikut kilat dan petir yang seolah-olah mampu membelah langit dan bumi, beserta isinya. Tanpa menunggu, Gendhis masuk ke kamar perawatan. Tak ada yang lebih terkejut dibanding Wati dan Ambar. Ked

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN