69. Abi yang Mulai Sadar akan Kebodohannya Sendiri

1938 Kata

"Biar kutebak. Wajahmu muram, masih gelisah meski tak sesemrawut sebelumnya. Juga, tak kamu aktifkan pula fitur pengeras suara seperti yang kusebutkan. Itu berarti, tak ada sedikit pun informasi yang bisa kita dapatkan dari Gendhis, kan, mengenai hal-hal yang kita bicarakan sebelumnya?" Ganendra menggeleng pelan. Ia telah duduk di samping sang kakak dalam kamarnya. "Kamu mendengarnya sendiri, Kak. Ayah tak sebaik yang kita kira. Ibu pun tak senaif yang kita pikirkan. Mereka picik. Orang yang licik. Bahkan, mereka rela menyembunyikan bukti itu demi menghapus jejak. Aku yakin, semalam Ayah memancingku keluar dari kamar demi mengacak-acak dan mencari keberadaan ponsel kakak ipar," ujar Endra sembari memegang kedua siku sang kakak. "Tentu saja Ayah mencari barangnya, Endra. Kamu mencurinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN