BAB 50. Rencana Kedua

1169 Kata

“Mas, sepertinya rencana kita akan gagal. Rayya sudah nggak percaya sama sekali. Sudahlah Mas, kita menyerah saja,” pinta Sabrina ketika keduanya pulang bersama sore ini. Mereka sengaja mampir ke kedai nasi goreng sederhana, untuk membicarakan tentang Rayya dan nasib mereka setelah kepergok kemarin. Yudhistira menatap tajam. “Kok menyerah sih, Sab?! Ya jangan dong! Rencana kita kan untuk hidup senang, jangan hidup susah terus!” “Mas Yudhis, kita nggak akan kesusahan kok. Kamu tetap bekerja, aku juga akan membantumu cari uang, Mas. Walaupun … aku mau keluar saja dari kantor ASP. Aku sudah nggak punya muka di sana. Aku akan mencari pekerjaan lain.” Yudhistira mendengkus kesal. “Ah, gimana sih kamu! Baru begitu saja sudah menyerah! Kalau kamu nggak mau bantu lagi, ya sudah, aku akan jalan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN