PULANG PAGI

1186 Kata

Pagi hari tiba sesuai jadwal. Sang Mentari pun sudah berada pada porosnya guna bertugas menyorotkan cahayanya demi menghangati bumi. Sebagian manusia sudah mulai menjalankan rutinitasnya masing-masing. Tetapi tentu ada pula yang masih memilih leyeh-leyeh di atas kasur bahkan tidak sedikit dari mereka yang masih kedapatan betah sekali bergelung di balik selimut. Lain hal dengan yang terjadi pada seorang gadis yang malam tadi sudah terenggut kegadisannya. Entah sadar atau tidak, tetapi kini ia sedang menggeliat bebas dengan mengangkat kedua tangannya ke atas. Perempuan itu mengerang di tengah geliatan manjanya. Meski mata masih dipejam rapat, tetapi ia sudah terjaga dari tidurnya. Setelah puas menggeliat, ia lantas menguap. Dilanjut dengan membuka mata secara perlahan dan seketika silau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN