Di dalam kamar, Arabella sedang menangis tersedu-sedu. Setelah sadar bahwa kegadisannya sudah hilang, ia pun amat menyesal sekaligus merasa jijik terhadap dirinya sendiri. Walau yang merampasnya berstatuskan suami, tetapi tetap saja rasanya ia tidak rela. "Kak Brian jahat! Padahal aku udah wanti-wanti supaya dia gak khilaf apalagi melakukan hal yang belum aku izinkan. Tapi kenapa? Selancang itu dia sampai tega melakukannya. Dipikirnya, aku ini cewek murahan? Benci aku jadinya. Benciii!" Arabella merengek marah. Merasa dikhianati oleh perilaku Brian yang sudah sangat berani mengambil keputusan tanpa sekalipun dia meminta pendapat pada yang bersangkutan. Padahal, meski Arabella sedang dalam keadaan tidak sadar, tidak sehsrusnya juga Brian mengiyakan setiap apa yang dilontarkan oleh orang

