Masa cuti Arabella sudah habis. Itu berarti, tiba waktunya bagi dia kembali disibukkan oleh rutinitas wanita karir yang belum resmi dia gadaikan. Ketika sedang anteng bersolek meski hanya sebatas mendempul tipis wajahnya menggunakan bedak padat andalannya, tetapi tiba-tiba pintu kamarnya diketuk oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan sosok pria yang belakangan ini suka sekali mengganggunya? "Gak dikunci!" Berseru, Arabella pun seolah memberi tanda bahwa Brian boleh masuk di sela ia yang masih kedapatan sibuk berbenah. Tidak lama kemudian, pintu pun didorong terbuka. Menampilkan sosok pria matang yang sayangnya walaupun tampan dan berkharisma di mata wanita pada umumnya, tetapi tidak termasuk bagi Arabella yang masih bersikeras menolak takdir. "Mau berangkat bareng gak? Hari ini, kamu m

