"Gilang?" Tiba-tiba, Arabella mendapati Gilang sedang berdiri membelakangi tak jauh dari tempatnya berada. Meski dari arah belakang, tetapi Arabella masih hafal dengan ciri-ciri si lelaki yang tak jadi menikahinya kala itu. Segera saja, Arabella pun beringsut mendekat dan mulai menyentuh pundak si lelaki sembari berkata, "Kamu ke mana aja, Lang? Setelah pergi di hari pernikahan kita, apa kamu pernah merasa sangat bersalah gak walau hanya sedetik? Aku kecewa tau gak sama kamu! Di saat aku berpikir bahwa kamu sudah siap lahir batin memperistriku, justru yang terjadi kamu malah menghilang seolah aku gak benar-benar berharga di hidup kamu. Kenapa, sih, Lang? Apa yang menyebabkanmu sampai kamu harus pergi di hari sakral kita?" Meski terlihat sedikit lebih tegar, tetapi hati mana bisa dibo

