Kinan menyudahi mencuci mobilnya setelah mengeringkan dengan kanebo dan memastikan mobilnya mengkilat. Baru saja akan masuk dia melihat Bram dan Yumna memasuki pelataran dengan wajah kesal. Bram bahkan menendang ember berisi air sabun hingga tumpah berantakan. "Apa- apaan sih kamu, Mas!" "Kamu yang apa- apaan. Ngapain kamu siram Ayu sampai jatuh, terus sekarang kakinya terkilir." Bram mendorong bahu Kinan. Kinan tertegun. Untuk pertama kalinya dia melihat Bram begitu marah bahkan bersikap kasar. Namun rasa terkejutnya hanya sebentar saat dia menyadari apa yang Bram lakukan demi membela Ayu. "Apa kamu tanya apa yang Ayu katakan? Lagian buat pelakor macam dia, cuma di siram aja tuh gak ada apa-apanya." "Kamu!" Bram hendak melayangkan tangannya, namun saat ini dia pun terkejut dengan

