Aku berlari menuju salah satu pelayan di sana untuk meminta pesananku agar dibungkus lalu kembali menghampiri Kak Natasha yang masih terdiam di tempatnya berdiri. “Kak Natasha, Alena minta maaf atas perilaku Kak Gibran barusan ya?” “Gak apa-apa kok.” Tangannya mulai mengusap lenganku dengan lembut. “Makasih ya kamu udah mau bantu Kakak untuk ketemu sama Gibran, meskipun Kakak belum sempet untuk minta maaf dan minta penjelasan ke dia tentang apa yang ngebuat Kakak bertanya-tanya selama ini.” lanjutnya dengan senyuman tipis. “Sabar ya, Kak. Alena janji akan terus bantuin Kakak supaya Kak Natasha sama Kak Gibran bisa temenan dan deket kayak dulu lagi.” Kemudian, seorang pelayan datang menghampiriku sambil membawakan sebuah kantung pelastik berisi makanan yang seharusnya aku santa

