Seorang perempuan dengan mengenakan dress putih selutut serta rambut yang tergerai tengah tersenyum setelah aku berhasil membukakan pintu untuknya. Dengan dahi yang berkerut, aku terus memandangnya. “Maaf, cari siapa ya?” “Arshadnya ada?” tanya perempuan itu dengan lembut. “Ada. Tunggu sebentar ya.” Aku melangkah mundur sebanyak 3 kali untuk meneriaki Kak Arshad yang masih asyik bersantai di sofa ruang keluarga. “Kak Arshad!!! Ada tamu.” Tanpa menunggu lama, Kak Arshad berlari kecil menghampiriku. “Tamu? Siapa, Al?” tanyanya bingung. Aku hanya menaikan kedua bahu sambil menggeleng. “Karin? Kok kamu gak kabarin aku dulu kalo mau ke sini?” ujar Kak Arshad pada perempuan itu. “Kenapa? Kamu gak suka aku ke sini?” “Nggak gitu. Kan kalo kamu bilang, aku bisa jemput.”

