Ramadhan Pertama Kita

1466 Kata

Maika mencoba mengusir kantuknya. Sekarang sudah pukul 3 pagi, dia harus segera bangun dan menghangatkan makan untuk Rafan sahur. “Kak, ayo sahur!” Maika menepuk punggung Rafan. Mudah saja membangunkan Rafan. Laki-laki itu langsung terjaga. Selesai membaca doa selepas bangun tidur. Rafan mengajak Maika untuk mencuci muka. Gadis itu sepertinya masih mengantuk. Jdug Kening Maika membentur pintu kamar mandi karena berjalan sambil memejamkan mata. “Yaa Allah, sakit gak?” Rafan mengelus kening Maika yang memerah. Tidak sakit sih. Tapi cukup bisa membuat Maika jadi sepenuhnya sadar. “Kamu tidur aja lah, gak tega aku liat kamu nahan ngantuk gini. “ Sontak saja Maika membuka matanya lebar-lebar. Mana bisa dia meninggalkan Rafan makan sendirian di sahur pertama mereka. “Tenang, Kak. Aku bakal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN