Confess

2285 Kata

Bastian merapikan seragamnya yang tidak terkancing, meraih ransel dan menyampirkannya pada bahu sembari mengekori langkah Jaya di depannya yang pulang paling terakhir. Setelah semua keluar dari kelas, Jaya langsung menutup pintu rapat. Hendak berbalik pergi, namun tersentak kecil saat Bastian kini berdiri di depannya. Melihat Jaya yang kaget, Bastian sontak terkekeh sembari menunjuk-nunjuk wajah Jaya mengejek. “Kenapa?” Bastian mendelik samar mendengar pertanyaan ketus itu, “gue mau nungguin lo biar sama-sama ke parkiran sekolah.” Jelasnya asal dengan memaksa bibirnya tersenyum masam, “to the point aja, gak usah pake alasan segala.” Kata Jaya tidak mau basa-basi, menghentikan langkah dan berdiri menunggu Bastian mengatakan kemauannya. Karena sangat tidak mungkin Bastian benar-benar me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN