Anak kelas unggulan dan kelas berbeda lagi-lagi harus olahraga bersama. Karena guru penjas yang satu berhalangan hadir. Jadinya, kelas unggulan terpaksa bergabung bersama kelas yang diketui oleh Jaya Mahesa itu. Kini mereka berdiri rapi di lapangan sesuai dengan kelas mereka masing-masing. Setelah nama-nama mereka diabsen, semua dibubarkan untuk menunggu giliran praktek bermain bulu tangkis. Annisa duduk di pinggir lapangan dengan Yudit, sembari menunggu giliran nama mereka dipanggil. Keduanya memilih melanjutkan mengobrol akrab. "Katanya lo mau keluar dari kelas unggulan, sekarang kok masih ngikut?" Sindir Annisa dengan mata memicing buat Yudit tersenyum masam. "Ketahuan sama nyokap gue, langsung dimarahin karena gue mau kerja." Jelas Yudit kini duduk memeluk lutut, menatap lurus di de

