Anak kelas unggulan baru saja berhamburan keluar kelas, membereskan buku-buku ke dalam ransel. Lalu, melesat pergi menuju kelas masing-masing. Annisa sendiri yang berada dalam ruangan itu, duduk memangku dagu dengan tangan. Ia masih kepikiran soal kemarin, bagaimana Jaya meninggalkan ransel Annisa di teras mushola. Padahal sebelum itu, Jaya mengatakan kalau ingin melihat Annisa sholat. Tapi, kenyataannya Jaya malah menyelenong pergi tanpa menunggu Annisa selesai sholat. Annisa kira, Jaya kembali ke kafe untuk menunggu di sana. Mungkin saja, Jaya merasa malu karena harus berdiri dan menunggu di teras sendirian. Itu yang Annisa pikirkan. Tapi, ternyata Jaya benar-benar pergi tanpa sepatah kata. Setelah mengatakan perasaannya pada Annisa. Cowok itu malah pergi sendirian, seakan tidak te

