Suasana restoran itu sangat sepi hingga membuat keduanya sedikit canggung untuk berbicara. Shazia sedang lahap memakan makan siangnya yang sudah sangat terlambat. Jam makan siang sudah lewat berjam-jam yang lalu dan itulah yang membuat restoran sepi. Hanya tersisa beberapa orang di dalam termasuk mereka. Shazia berkali-kali memelankan napasnya karena farfum Azril. Salah satu yang dulu berhasil membuatnya terpikat oleh Azril, “Sir, saya sudah selesai makan. Saya masih banyak pekerjaan, jadi…” “Pergi bersamaku saja, aku memang mau ke perusahaan kalian.” Ucap Azril. Shazia menatap Azril, saat ini dia benar-benar sangat lelah dan pekerjaan kantor masih sangat dan menunggu untuk di selesaikan. “Tapi, Sir David sedang tidak ada.” “Saya tidak mau bertemu dengannya, saya mau bertemu dengan ka

