Azril melihat arlojinya, dia sudah memarkir mobil di pinggir jalan selama dua jam dan dia juga merasa mengantuk. Walaupun tidak tega, dia harus membangunkan Shazia agar mereka bisa beristirahat. “Shazia.” Azril mengguncang pelan bahu Shazia untuk membangunkannya. “Shazia, bangunlah!” Shazia bergerak, dia membuka matanya sedikit lalu kembali memejamkannya setelah mendapatkan tempat yang nyaman untuk tidur. Azril gemas malah mencubit hidung Shazia. “Bangunlah, kita harus pulang. Kamu tidak mau tidur di mobil semalaman kan?” ucap Azril masih berusaha membuat Shazia bangun. “Zi, sekarang sudah larut malam.” Shazia akhirnya membuka matanya, “Ngantuk.” “Iya, setelah ini kamu bisa tidur di rumah. Rumah kamu dimana?” tanya Azril. Shazia mengelus matanya, dia menatap Azril lalu memejamka

