Shazia selalu mengecek Azril di dalam kamar setiap lima menit, dia masih mencari kemana perginya cincin Shazia. Tetapi, sampai waktu mereka akan berangkat ke kantor, Azril masih belum mendapatkan benda itu. “Maafkan aku, nanti kita cari lagi.” ucap Azril menyesal. Shazia mengangguk, dia pergi ke kantor dengan keadaan perasaan kacau. Sementara itu, dia masih belum memberitahu Azril jika itu bukan cincin yang diberikan David tetapi cincin lamaran mereka. Shazia hanya bisa menghela napas selama perjalanan ke kantor. Dia berpisah dengan Azril di tempat parkir karena menaiki mobil yang terpisah, Shazia sampai ke kantor dengan keadaan lesu. Dia berpikir keras kemana cincin itu jatuh sampai dia dan Azril tidak bisa menemukannya. Shazia berpikir keras hingga tidak sadar jika sudah sampai di de

