Shazia mencepol rambutnya, dia menikmati matahari pagi sembari menarik napas dalam-dalam. Udara menjadi segar karena hujan semalam, dia berdiri di balkon sembari mendengar suara kicauan burung. “Ah, enaknya. Hari ini sarapan apa ya?” gumamnya sembari melemaskan sendi lehernya. Shazia berjalan masuk ke dalam, dia masuk ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menyingat giginya. Dari pantulan cermin dia terlihat manis dengan cepolan bulat di kepalanya. Dia menyigat gigi dengan semangat lalu mengusap wajahnya dengan air. Setelah itu, dia ke dapur dan membuat sarapan. Menu hari ini waffle panas dan madu. “Ah, nikmatnya.” Ucap Shazia ketika mengigit waffle. Dia menoleh ketika mendengar ponselnya berdering, Shazia menerima panggilan dari bagian personalia. Staf itu hanya mengatakan jika mulai

