Shazia mengintip di jendela, dia melihat sebuah gedung tinggi yang tepat ada di depannya. Mereka sedang melakukan pemeriksaan sebelum masuk ke dalam. Pemeriksaan itu sama sekali tidak lama karena Lea sudah memberitahu jika mereka akan datang. Mereka langsung naik ke lantai atas, Shazia masih mengagumi kantor ini. Walaupun sudah berkali-kali pergi ke perusahan lain, dia tetap saja merasa kagum karena perusahaan ini terlihat sangat megah dari luar dan dalam. Lea sendiri yang menyambut kedatangan mereka, Shazia melihat ruangan adik Azrilitu dan berseru terkejut. “Kantor ini sangat keren.” “Tentu saja kak, ini tidak pernah berubah sejak kakek dan ayah yang memakainya. Dulu sempat di perbaiki oleh Ayah tetapi tidak banyak dan aku tetap membiarkannya seperti ini.” jawab Lea. Shazia menganggu

