Shazia duduk diruang tunggu bandara, mereka sekarang akan pulang ke indonesia. Azril sedang keluar mengurus keperluan untuk penerbangan mereka. Awalnya dia berencana menaiki pesawat komersil biasa tetapi tiba-tiba berubah menjadi jet pribadi. Sebelum pergi tadi, seorang dokter datang untuk memeriksa kondisinya. Itu karena desakan neneknya yang terus ingin mendatangkan seorang dokter ketika dia tiba-tiba mual saat makan malam. Rencana berubah setelah dokter itu bilang ini bukan asam lambung seperti saat mereka tiba disini tetapi tanda-tanda kehamilan. Shazia tidak bisa di periksa lebih lanjut karena dokter itu hanya dokter umum. “Nek, boleh kami pinjam satu pesawat untuk dibawa ke indonesia?” tanya Azril. Tentu saja ide itu langsung di sambut antusias, mereka memberikan satu pesawat b

