MLD 35 - Home

2149 Kata

Shazia menyaksikan bagaimana pesawat mendarat dengan sangat-sangat mulus. Dia melihat kota Makassar dari atas dan merasa dia benar-benar sudah sampai di rumah. Rasa euphoria-nya semakin bertambah ketika pesawat yang mereka naiki sudah berhenti. Pilot dan satu pramugari datang dan menyampaiakan kabar itu kepada mereka. Azril yang pertama berdiri, dia menyalami pilot serta co-pilotnya lalu bersiap untuk turun. Satu persatu koper mereka di turunkan dan di naikkan ke atas sebuah buggy car yang langsung mengantar ke tempat parkir bandara. “Di sana nanti ada mobil yang menjemput. Faiz juga akan datang untuk menjemput kita.” Jelas Azril sembari menatap ke luar jendela. Shazia mengangguk, mereka belum turun dari pesawat karena Shazia ingin memakan asinannya terlebih dahulu. Keinginan istrinya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN