Saat kedua anak kecil itu sibuk dengan kegiatan masing-masing. Sensei Reza datang membawa keresek besar lalu duduk di hadapan Nino dan Raisa. “Anak-anak, ayo makan dulu,” ajak Sensei Reza sambil mengeluarkan tiga nasi bos dari keresek besar dan tiga teh kemasan, lalu menyusunnya di karpet. “Iya, Sensei, ayo makan Icha.” Nino menaruh ponselnya dan mencondongkan tubuhnya ke arah Raisa. “Ntar, Kak Nino tandung!” seru Raisa yang masih sibuk menggambar. “Ya sudah, yang rapi, ya, gambarnya!” seru Nino sambil mengelus rambut gadis kecil itu. “Ho oh!” Raisa menjawab tanpa mengangkat kepalanya. Nino menoleh ke arah Sensei Reza kemudian memperhatikan tiga nasi box di hadapannya. “Sensei, punyaku yang mana?” tanya Nino Hubungan Sensei Reza dan kedua anak kecil yang memiliki bakat dala

