Ravindra mendelik pada Euis sebelum masuk ke lemari berukuran 1m x 1m x 1m di hadapannya. Dia benar-benar harus melipat tubuh tinggi besarnya sedemikian rupa hingga muat ke dalamnya. "Tutup perlahan!" ketus Ravindra "Iya, Tuan jangan khawatir. Ini untuk kebaikan Anda juga," sahut Euis dengan wajah tanpa dosanya. "Sudah jangan banyak bicara, tutup saja!" Ravindra terlihat kesal. "Baik, Tuan!" Euis berusaha menahan tawanya melihat wajah suram Ravindra lalu menutup lemari itu perlahan. Jari mereka bersentuhan secara tidak sengaja. Ravindra langsung terlihat panik. 'Ya ampun, barusan aku menyentuh jari gadis buruk rupa itu, apa sebentar lagi aku akan gatal-gatal, pusing! Apa yang harus aku lakukan sekarang?' Ravindra merasa was-was. Sementara itu, Euis menatap intens ke arah lemari te

