"Pak Bule?" Euis terkejut. "Si-siapa Kamu, puah, puah?" Ravindra terbata-bata karena air pel yang disiram Euis masuk ke dalam mulutnya. "Saya, Pak!" Euis menyalakan lampu dan penampakannya itu membuat Ravindra terkejut hingga mundur satu langkah dan terpeleset. "Uwaaah!" Ravindra kembali terkejut dan berusaha menggapai apa yang bisa digapai dan kebetulan yang bisa digapainya itu adalah Euis. "Eh, si Bapak ... Aaargh!" Tubuh Euis langsung tertarik oleh Ravindra dan membuat gadis itu kehilangan keseimbangannya. Dentuman benda keras langsung terdengar di seluruh lantai yang sangat sepi itu karena tidak ada orang lagi selain mereka di sana. Ravindra dan Euis berguling-guling di lantai luar ruangan Presdir. Beruntung lantainya dilapisi permadani merah sehingga mereka tidak mengalami ceder

