Deven menaruh sendok garpu nya di meja mengakhiri makan siang nya seraya menahan malu
ya ampun
Deven langsung mengusap-usap dahi nya dengan kedua tangan nya
setelah Marcha cerita panjang lebar
ia mulai agak sedikit ingat apa yang terjadi
jadi dia yang mencium Marcha duluan
ia bahkan cerita tentang Anneth
ngapain dia cerita ke Marcha tentang mantan nya yang menyebalkan itu?
"gue minta maaf" kata Deven "biasa nya gue gak pernah lepas kontrol kayak waktu itu... itu kesalahan"
"lo minta maaf karena tidur ama gue?" tanya Marcha kaget
"ya, gue..." kata Deven
"Dev, gue gak nyesel tidur ama lo hari itu" kata Marcha
Deven melebarkan mata nya, kaget
"tapi jangan terlalu seneng, gue tetap pingin lo minta maaf bukan tentang kita tidur bareng" kata Marcha
"maksudnya?" tanya Deven bingung "kalau lo pingin gue minta maaf... gue pikir"
"gini ya Dev, gue gak nyesel sumpah tidur ama lo, gue menikmati setiap detik nya" potong Marcha mengingat betapa nikmatnya setiap kali Deven mencumbu nya di setiap jengkal tubuhnya "gue butuh elo saat itu, gue butuh pelampiasan, gue berharap banget pagi itu lo... gak ninggalin gue sendirian di tempat tidur"
"oh itu, ehmmm yaaa... gini Cha, sebelumnya gue gak pernah tidur dengan cewek selain pacar gue" kata Deven "gue gak tau gimana ngehadepin elo dan gue lupa semua nya bahkan nama lo jadi... gue gak mau lo canggung atau malah marah"
"lo gak pernah nge-s*x sama cewek lain selain pacar lo?" tanya Marcha kaget, dengan wajah setampan Deven... seharusnya khan banyak cewek yang bisa ia taklukkan
Deven nyengir dan menggelengkan kepala nya
Marcha bertemu pria tampan yang sangat polos
"ya udahlah, kalau lo gak inget tapi gue harap lo rahasia-kan kita pernah tidur bareng ya" kata Marcha "bukan apa Dev, gue gak mau ada omongan dari karyawan kantor"
"termasuk Ingvar?" tanya Deven
"ya, termasuk Ingvar, terutama Ingvar" kata Marcha "gue gak mau ada gossip keluarga, bokap-nyokap gue bakalan..." Marcha menghela nafasnya dan tidak berkata-kata
"okay, gue gak akan kasih tau siapapun" kata Deven mengangguk
"thanks ya Dev" kata Marcha
Deven mengangguk dan tersenyum
kakak Ingvar ini sudah cantik, baik lagi
kenapa ya Kevin bilang dia judes?
"iya, lo baru aja ya kerja disini?, sebelum nya kerja dimana Dev?" tanya Marcha
"oh sebelumnya gue kerja di NCRI di London" kata Deven
"NCRI?" ulang Marcha bingung
"National Cancer Research Institute" jawab Deven
"menganalisa penyakit kanker khan?" tanya Marcha
Deven mengangguk dan tersenyum
"kenapa balik ke Indonesia, Dev?, bukan nya lebih enak tinggal di London?" tanya Marcha "Ingvar aja sebetulnya... eh tunggu, lo temen baik nya Ingvar di Oxford yang cumlaude nilai tertinggi di kedokteran itu ya?"
"Ingvar cerita semua nya sama lo" kata Deven
"ooohhh, bokap-nyokap gue juga sering cerita tentang elo" kata Marcha
Deven hanya tersenyum
keluarga Ingvar memang dekat dengannya apalagi om Berto
om Berto selalu mengajak nya perjalanan bisnis
bilang nya sih, aman kalau ngajak dokter pintar di setiap perjalanan
"hari ini gue diajak sama bokap lo ke rumah sih buat dinner bareng katanya ngerayain lo pulang Indonesia" kata Deven
Marcha mengangguk "okay, waow a lot information ya Dev cuman dari lo doang" kata Marcha
lalu ada lagu Heather berkumandang
Deven dan Marcha sama-sama melihat ke arah hp nya
hp Deven yang bunyi
"ehmmm... ini Ingvar" kata Deven "sebentar ya Cha"
Deven mengangkat telepon nya
"hallo Var, iya... udah selesai kok, apa?, ehmmm... ya deh, gue kesana... okay" kata Deven "bye"
"ada apa Dev?" tanya Marcha menatap Deven menutup teleponnya
"ada pasien dokter Rudy yang harus gue tolong, Cha" kata Deven "gue harus segera ke ruangan ICU"
"oh okay, ya udah lo sibuk dulu Dev" kata Marcha
Deven tersenyum "sampai nanti ya"
"sampai nanti"
Deven pun berdiri dan berjalan cepat ke ruang ICU.