Bali
lampu neon nya gemerlap sekali
banyak orang berteriak keras ketika dj mulai beraksi
suara musik nya keras tidak beraturan
tapi semua orang disana tidak peduli dan menikmati nya
tidak jauh berbeda dengan 3 cewek super cantik yang sedang duduk di bar sambil menikmati lagu yang menggema saat itu
"Cha, gimana Yohanes?" tanya Nadine
"Yohanes?, who?" tanya Marcha pura-pura tidak kenal nama mantan nya
"lo gak usah bahas cowok banci itu ke Marcha, Din" kata Clarice
"gue cuman pingin tau aja" kata Nadine "siapa tau lo masih ketarik sama bisnis nya"
"bisnis peternakan ayam kampus maksud lo?" tanya Marcha kesal
"sorry..." kata Nadine
"eh Cha... tipe cowok lo banget tuh" kata Jane menyenggol siku Marcha
Marcha memperhatikan kemana Jane melihat
dan...
di arah jarum jam 9
seorang pria dengan kemeja hitam tampak memegang sebotol kecil minuman
wajahnya yang memerah jelas tidak mengurangi kadar ketampanan nya lelaki itu
malah menambah
ya, kulit lelaki itu pasti putih karena gampang memerah
"lo kenal dia La?" tanya Marcha
Clarice menoleh dan menatap lelaki yang dilihat Marcha
"oh dia... mantan pacarnya Anneth" kata Clarice
"Anneth penyanyi itu?" tanya Marcha
Clarice mengangguk "ganteng banget tapi entah ya si Anneth milih yang burik, yaaaa yang burik dompetnya lebih tebel sih" kata Clarice "lo mau kenalan ama dia Cha?"
"emang lo kenal?" tanya Marcha
"gue kenal ipar nya, orang yang ngajak dia ke pesta ini" kata Clarice
sebelum Marcha sempat berkata mau kenal atau gak
"Prince" panggil Clarice
"siapa itu?" tanya Marcha bingung
"Gabriel Prince, kakak ipar nya Deven" kata Clarice "minta tolong dia semuanya bisa diatur Cha"
pria tampan dan tinggi yang dipanggil Prince itu datang dan mengajak Deven juga
"wowww" pekik Jane senang melihat Prince dan Deven mendekat
"hei... La" sapa Prince tersenyum
"long time no see boss" kata Clarice
"sibuk sama kerjaan, biasa lah lo tau kak Boy" kata Prince
Clarice tertawa "eh itu Deven khan, hai Dev" sapa Clarice
Deven menoleh sambil nyengir
"adik gue agak mabuk" kata Prince geleng-geleng
"ow padahal temen gue ada yang pingin kenalan" kata Clarice
"mau kenalan sama gue?" tanya Deven
"iya, kenalin nih Marcha" kata Clarice seraya mendorong Marcha
"hallo, gue Marcha" kata Marcha
"cantik bener... lo gak salah khan mau kenalan ama gue?" tanya Deven
"hah??" Marcha agak bingung
"sorry, maybe next time deh... dia agak gak fokus dan ngelantur kalau mabuk" kata Prince
"gue gak mabuk, nih ya kak Prince... gue bisa ngajak ngomong baik-baik, Marcha khan tadi nama nya?" kata Deven "gue dokter dan wakil direktur di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta... gue baru aja kena ghosting sama cewek yang gue pacarin hampir 10 tahun, entah ada apa atau kenapa tapi tiba-tiba aja di media di kabarkan dia tunangan sama salah satu temen baik gue padahal gue sama dia belum putus"
Deven tertawa aneh menatap ke arah Marcha
"Nah kak Prince, apa barusan omongan gue ada yang ngelantur?" tanya Deven
Prince hanya tersenyum samar sambil menggelengkan kepala nya
"udah Prince, gak apa dia tinggal sama kita... ada Marcha yang jagain" kata Clarice "ya gak Cha?"
"apa?" tanya Marcha bingung
"oh ya udah, gue titip Deven ya... dia tinggal di hotel ini kok, di kamar xxxx" kata Prince "gue lagi sama kak Boy, gak enak kalau pergi kelamaan"
"iya, tenang aja Prince" kata Clarice "kita bakal jagain Deven"
Clarice mengedipkan sebelah matanya ke arah Marcha
Marcha tau apa yang ada di otak m***m Clarice
dan lelaki tampan yang tidak bertanggung jawab itu pergi meninggalkan Deven
"so ladies, what can I do for you?" tanya Deven nyengir aneh
"you can ask Marcha" kata Clarice "yukkkk guys kita pergi, biarkan Marcha dan Deven bersenang-senang"
tanpa disuruh lagi
ketiga teman Marcha itu pergi sambil tertawa-tawa
"hei kalian" panggil Marcha kesal
"so, you like me?" tanya Deven dengan alis terangkat sebelah sembari memegang tangan Marcha yang juga mau meninggalkan Deven
"sorry Dev, itu..."
Deven menarik tubuh Marcha mendekat dan Deven sudah mencumbu nya dengan penuh gairah
Marcha tak kuasa menolak ciuman penuh emosi yang kuat itu
apalagi ketika tangan Marcha memegang otot lengan Deven
luar biasa maskulin
Marcha juga membalas ciuman Deven tak kalah membara
ia juga butuh pelampiasan untuk bersenang-senang.