cewek Bali

678 Kata
pintu tertutup Deven menghela nafasnya dalam-dalam kenapa kakak Ingvar itu bisa cewek yang ia pikirkan tiap malam menghantui setiap pikiran dan mimpi nya dia gak mungkin sama kakak nya Ingvar selain karena mereka bekerja di tempat yang sama level nya berbeda sekali dengan Deven ya siapa yang tidak tau Ingvar dan kakak nya Ingvar Ingvar dan kakaknya itu saudara kembar yang punya talenta berbeda Ingvar di bidang olahraga Marcha di bidang akademik dan dia sangat kreatif Marcha dulu nya putri cilik Indonesia yang sampai sekarang masih dikagumi banyak orang dia masuk di salah satu list wanita terkaya di Indonesia versi beberapa majalah ekonomi dunia Ingvar yang selalu cerita panjang lebar tentang kakak kembarnya itu dia begitu membanggakan kakak nya itu lalu siapa Deven yang masih berharap pada Marcha? dia cuman wakil direktur rumah sakit yang... Deven tetap merasa gak sepadan dengan kakak nya Ingvar "Dev" panggil Ingvar "ya Var?" tanya Deven kaget dan sedikit panik "kakak gue kenapa ya manggil lo?" tanya Ingvar "kalau ada masalah sama rapat tadi harus nya khan dia manggil gue, direkturnya" "ehmmm gak paham juga gue Var" kata Deven "mungkin laporan yang lo tulis ada yang salah Dev" kata Ingvar Deven mengangguk "bisa jadi, gue juga gak yakin sama laporan yang gue tulis sih" kata Deven "apalagi lo khan bilang kalau kakak lo perfeksionis Var" Ingvar mengangguk "pokoknya kalau kakak gue ngomong yang nyakitin hati, lo jangan baper ya Dev... dia emang gitu orangnya" "ya Var, gak apa" kata Deven "tenang aja, gue bukan orang yang gampang baper" Ingvar mengangguk "ya udah, yuk kita balik kerja" kata Ingvar "laporan yang dibuat Vincent sama Jeffri kayak nya ada yang gak bener Dev, itu..." kemudian Ingvar mulai membahas masalah pekerjaan dengan Deven tapi Deven merasakan tekanan yang tidak ada hubungannya dengan laporan pekerjaan nya Deven tau jelas kenapa kakak Ingvar itu mau menemuinya dari awal tatapan tajam itu Deven sudah merasa berada di dalam masalah. Siang hari nya. Deven berusaha menahan rasa gugupnya ketika melihat wanita cantik yang memang mirip bidadari salah alamat itu duduk di dekat jendela Marcha tersenyum ketika mata nya melihat kedatangan Deven wanita itu melambaikan tangan nya supaya Deven menyadari diri nya Deven menahan nafas nya seraya berjalan ke arah Marcha "hallo" sapa Deven canggung "duduk Dev" kata Marcha "iya bu" Deven mengangguk "kok ibu sih?, lo umur berapa?, bukan nya kemaren lo bilang umur 30?" tanya Marcha Deven tersenyum, ternyata dia sudah memberikan banyak informasi tentang diri nya kepada Marcha "ya, saya umur 30" jawab Deven "saya panggil ibu karena anda atasan saya" "kita lagi istirahat, biasa aja mas bro" kata Marcha "gue umur 27, masa iya lo manggil gue ibu sih?, emang gue setua itu?, gue malah lebih muda dari elo khan" "hhhmmm" Deven menatap Marcha menilai tidak seperti yang dibilang Ingvar kakak nya Ingvar yang memang terlihat sangar ini ternyata bisa santai juga tapi pertanyaan yang Marcha tanya kan pertama kali benar-benar diluar expetasi Deven "waktu di Bali itu, lo kenapa ninggalin gue di tempat tidur Dev?" tanya Marcha Deven langsung menarik nafas nya dalam-dalam kalau Marcha bukan kakak Ingvar Deven bisa jawab sembarangan tapi .. karena kakak Ingvar Deven bingung bagaimana menjawab Marcha "sorry sebelum nya Cha, sebetulnya gue gak bermaksud ninggalin elo tapi... gue bingung aja waktu itu" "bingung?" ulang Marcha bingung "ya, gue gak tau harus gimana... maksud gue, lo tuh udah sempet sadar tapi lo kayak gak merhatiin gue jadi...ya gue yakin nya kalo lo bakalan lupa sama gue" kata Deven "dan lagi... gue sebenernya gak bener-bener inget, apa yang terjadi malem itu, samar gitu" "lo lupa?" tanya Marcha dengan polos nya Deven mengangguk "lo gak lupa sama muka gue tapi khan?" tanya Marcha "enggak, gue gak lupa kok... gue cuman lupa kejadian hari itu" kata Deven "jujur, gue agak bingung" Marcha menghela nafas nya berat "lo ada penyakit amnesia jangka pendek kah Dev?, masa malam sepanas itu lo lupa?" tanya Marcha Deven mengerutkan kening nya bingung ini pertanyaan jebakan atau gimana sih maksud Marcha? Deven juga gak paham arah pembicaraan Marcha ini sebetulnya kemana. "kalau lo gak inget, gue ingetin ya" kata Marcha
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN