Marcha masuk ke dalam kantor nya yang baru
sesuai harapan nya
bersih dan rapi
adik nya itu sudah paham rupa nya cara kerja Marcha
Marcha duduk di kursi nya lalu langsung menghubungi Ingvar yang tadi pergi ke kantor bersama-sama
"Var, rapat nya 10 menit lagi ya" kata Marcha
"ya kak" kata Ingvar
"bukan kak, ini tempat kerja Var" tegur Marcha
"ya bu Marcha" kata Ingvar berusaha menahan tawa
Marcha mempersiapkan semua yang ia butuhkan untuk rapat
banyak sekali hal yang mau ia perbaiki setelah kemarin seharian mengecek setiap pekerjaan devisi
pekerjaan mereka bukan tidak bagus tapi butuh dorongan untuk lebih maju
dan...
Marcha agak kaget ternyata favorit seluruh perawat dan dokter wanita di rumah sakit ini bukan adik nya yang menurut Marcha sudah luar biasa ganteng
tapi si wakil direktur nya
Deven Christiandi Putra nama nya
banyak sekali dokter wanita yang menyebutkan nama nya ketika ia memperkenalkan rumah sakit kepada Marcha
tidak hanya itu bahkan setiap ada kesulitan hampir di bidang tertentu dalam kedokteran
wakil direktur itu selalu siap membantu
baik tapi apa gak terlalu baik?
womanizer kah?
Marcha gak jelas tapi yang jelas, dia memikat kalau enggak... gak mungkin semua wanita di 1 rumah sakit ini mengidolakan nya
Marcha membereskan semua barang-barang nya dan menyiapkan nya untuk rapat
lalu ia berdiri dari tempat duduk nya dan berjalan ke ruang rapat
Marcha membuka pintu nya lalu...
ia melihat lelaki yang memikat hati nya di Bali beberapa waktu yang lalu duduk di samping Ingvar
lelaki yang memberinya o*****e paling memuaskan
lelaki yang memberinya hasrat luar biasa untuk bercinta
tubuh nya yang berotot yang dikecup Marcha di setiap jengkal nya itu sekarang ditutupi oleh kemeja putih dan jas putih dokter
wajah pangeran itu tampak kaget menatap ke arah Marcha
mata nya yang indah itu membuat Marcha merasakan perasaan panas di dada
tatapannya tidak berbeda dari bagaimana lelaki itu menatapnya di tempat tidur
sialan...
kenapa dia bekerja disini?
"bu Marcha, perkenalkan ini wakil direktur rumah sakit... Deven Christiandi Putra" kata Ingvar "pak Deven, ini bu Marcha Sharapova Rusli, ketua dewan direksi rumah sakit"
Deven berdiri dan menjabat tangan Marcha
ya ampun...
Marcha merasa seluruh tubuhnya bergetar
Marcha buru-buru melepaskan tangan nya karena Ingvar juga memperkenalkan semua devisi menejer disana kepada Marcha
dan setelah acara perkenalan itu mereka rapat
rapat nya berjalan lancar dan Marcha tau kalau Deven terus menatapnya
Marcha harus bisa mengendalikan diri nya
ia harus bisa memisahkan profesionalisme dengan urusan pribadi
dan akhirnya di akhir rapat
"pak Deven" panggil Marcha ketika semua orang membersihkan perlengkapan mereka
Deven menoleh dengan kedua alis terangkat "ya bu Marcha?"
"bisa kita bicara empat mata di jam makan siang nanti?" tanya Marcha
"gue gak ikut?" tanya Ingvar menatap Marcha bingung
"gue mau ngomong sama Deven" kata Marcha
Ingvar terlihat bingung dengan sikap Marcha tapi jelas tidak bertanya lebih lanjut
"sampai nanti pak Deven" kata Marcha tersenyum sembari berdiri
Deven balas tersenyum juga
Marcha kemudian berjalan keluar dari ruang rapat dan ke kantor nya.