Marcha terbangun dari tidurnya yang tidak tenang itu
ia berlarian ke arah toilet dan muntah-muntah
ya ampun
dia kenapa sih?
sudah beberapa hari ini Marcha merasa pusing
iya dia kurang tidur karena memikirkan Deven
Deven yang selalu terlihat bersama Anneth
Marcha tidak mau mengakui nya tapi ia cemburu
ia cemburu bagaimana Anneth bisa bicara dengan Deven
menyentuh Deven
dan melihat Deven
Marcha menghela nafas nya berjalan ke arah wastafel
memandang wajahnya sendiri
dan... tiba-tiba saja ia ingat sesuatu
ini sudah ganti bulan dan dia belum... dia belum menstruasi
Marcha menghitung hari ia menstruasi dan ia sudah terlambat lama dan ini hampir 2 bulan
dia muntah-muntah dan dia juga tidak menstruasi
dia...
Marcha panik
ia berusaha menenangkan dirinya tapi sepertinya ia hamil
apa yang harus dia lakukan kalau hamil?, dia tidak siap dengan... anak
dan lagi bokap-nyokap nya gak akan setuju dengan Deven
jika ia hamil, anak ini pasti anak Deven
tapi itu semua cuman imijanasi Marcha karena dia belum test
meskipun yaaa... dia sama Deven memang ceroboh sekali
mereka melakukan hubungan tanpa kondom
karena hasrat dan gairah yang meluap
ia seharusnya sekarang tidak berpikir macam-macam
besok ia test dulu dan setelah tau hasilnya, ia akan tau apa yang harus ia lakukan
setelah itu Marcha balik ke tempat tidur dan berusaha untuk tidur.
esoknya
Marcha test pakai test pack dan dia test pack di kantor
dia gak mungkin test pack di rumah karena takut ketahuan anggota keluarga
kalau di kantor khan semua nya bisa aja test pack
hasil test pack keluar
dan ternyata Marcha hamil...
sebentar tapi Marcha langsung pusing dan pening
ini... apa yang harus dia lakukan sekarang?
semua ketakutan dan kekhawatiran nya muncul
dia tidak bisa melahirkan anak ini, tidak bisa
ada banyak hal yang ia pikirkan
karir nya, ia masih ingin mengejar karir nya
orang tua nya... Marcha jelas tau kalau mereka tidak akan setuju apalagi dengan Deven
dan yang membuat Marcha semakin yakin untuk mengugurkan anak ini karena Deven sendiri
lelaki itu sepertinya masih memikirkan mantan nya itu
Anneth selalu nempel dengan Deven dan Deven terlihat tidak keberatan
Deven mana mungkin mau tanggung jawab dengan anak ini
dia harus mengugurkan bayi ini meskipun ini anaknya dengan Deven
pria yang entah bagaimana bisa merasuk ke dalam hati dan pikirannya
Marcha bingung sekali selama beberapa hari ini
ia tidak bisa tidur nyenyak dan makan enak karena memikirkan anak dalam kandungan nya ini
ia tidak bisa periksa ke bidan rumah sakit
sampai akhirnya ia pingsan di depan Deven
dan Deven tau dia hamil
Deven memaksa ikut Marcha pulang hari itu untuk menghadapi keluarga Marcha
Marcha sudah melarang Deven tapi Deven tidak bisa dihentikan
apalagi dia membawa hasil USG Marcha
jadi...
"ini bukan ide yang bagus" kata Marcha
"gue udah ada di depan rumah lo" kata Deven
"lo gak keberatan dimusuhi Ingvar?" tanya Marcha
Deven menggelengkan kepalanya "dia pasti lebih marah sama gue kalau gue gak tanggung jawab sama lo" kata Deven
"lo gak takut dipecat sama bokap gue?" tanya Marcha
"pecat aja" kata Deven "gue bisa cari kerjaan lain nya"
"Dev, keluarga gue ini bukan keluarga biasa dan mereka gak akan setuju sama hubungan kita" kata Marcha
"mereka bisa tidak setuju dengan hubungan kita tapi mereka punya cucu dan itu anak gue" kata Deven
Marcha tidak bisa membalas Deven
"terserah deh lo mau bilang apa" kata Marcha
Deven kemudian berjalan di belakang Marcha masuk ke dalam rumah Marcha
di dalam rumah Marcha
Semua anggota keluarga nya ada dan mereka sedang duduk di ruang tamu sembari melihat ke arah TV
"Marcha pulang" kata Marcha lembut
"om, tante" sapa Deven sopan
"hallo Deven" sapa daddy dan mommy Marcha ramah
"eh Dev, lo dateng" sapa Ingvar kaget menatap Deven "bukan nya tadi lo bilang hari ini ada perlu sama Anneth?"
Marcha menatap Deven dengan kedua alis nya terangkat bingung
"Betrand bukan Anneth tapi enggak, gue batalin" kata Deven "gue..."
"ke kamar gue ya, kita bahas tentang laporan nya Vincent tadi... kita" kata Ingvar
"ehmmm Var, gue mau ada perlu sama om Berto sama tante Mellissa" kata Deven
alis Ingvar terangkat bingung apalagi dengan Marcha berada di sampingnya
tapi Ingvar diam saja
"silahkan duduk Dev" kata tante Mellissa
Deven berjalan dan duduk di sofa sementara Marcha duduk di samping Deven
"ada apa Dev?" tanya om Berto "apa ada masalah di rumah sakit?"
"ehm bukan om" kata Deven "ini tentang masalah pribadi"
masalah pribadi?" tanya om Berto bingung
Deven memegang tangan Marcha lalu Marcha dengan lantang mendengar Deven berkata "saya disini mau minta restu om sama tante untuk menikahi Marcha, om, tante"
seluruh anggota keluarga Marcha tertegun bingung dan kaget
sesaat mereka seperti membeku dalam keheningan waktu
dan detik berikutnya...