Marcha family

765 Kata
Marcha terbangun dari tidurnya yang tidak tenang itu ia berlarian ke arah toilet dan muntah-muntah ya ampun dia kenapa sih? sudah beberapa hari ini Marcha merasa pusing iya dia kurang tidur karena memikirkan Deven Deven yang selalu terlihat bersama Anneth Marcha tidak mau mengakui nya tapi ia cemburu ia cemburu bagaimana Anneth bisa bicara dengan Deven menyentuh Deven dan melihat Deven Marcha menghela nafas nya berjalan ke arah wastafel memandang wajahnya sendiri dan... tiba-tiba saja ia ingat sesuatu ini sudah ganti bulan dan dia belum... dia belum menstruasi Marcha menghitung hari ia menstruasi dan ia sudah terlambat lama dan ini hampir 2 bulan dia muntah-muntah dan dia juga tidak menstruasi dia... Marcha panik ia berusaha menenangkan dirinya tapi sepertinya ia hamil apa yang harus dia lakukan kalau hamil?, dia tidak siap dengan... anak dan lagi bokap-nyokap nya gak akan setuju dengan Deven jika ia hamil, anak ini pasti anak Deven tapi itu semua cuman imijanasi Marcha karena dia belum test meskipun yaaa... dia sama Deven memang ceroboh sekali mereka melakukan hubungan tanpa kondom karena hasrat dan gairah yang meluap ia seharusnya sekarang tidak berpikir macam-macam besok ia test dulu dan setelah tau hasilnya, ia akan tau apa yang harus ia lakukan setelah itu Marcha balik ke tempat tidur dan berusaha untuk tidur. esoknya Marcha test pakai test pack dan dia test pack di kantor dia gak mungkin test pack di rumah karena takut ketahuan anggota keluarga kalau di kantor khan semua nya bisa aja test pack hasil test pack keluar dan ternyata Marcha hamil... sebentar tapi Marcha langsung pusing dan pening ini... apa yang harus dia lakukan sekarang? semua ketakutan dan kekhawatiran nya muncul dia tidak bisa melahirkan anak ini, tidak bisa ada banyak hal yang ia pikirkan karir nya, ia masih ingin mengejar karir nya orang tua nya... Marcha jelas tau kalau mereka tidak akan setuju apalagi dengan Deven dan yang membuat Marcha semakin yakin untuk mengugurkan anak ini karena Deven sendiri lelaki itu sepertinya masih memikirkan mantan nya itu Anneth selalu nempel dengan Deven dan Deven terlihat tidak keberatan Deven mana mungkin mau tanggung jawab dengan anak ini dia harus mengugurkan bayi ini meskipun ini anaknya dengan Deven pria yang entah bagaimana bisa merasuk ke dalam hati dan pikirannya Marcha bingung sekali selama beberapa hari ini ia tidak bisa tidur nyenyak dan makan enak karena memikirkan anak dalam kandungan nya ini ia tidak bisa periksa ke bidan rumah sakit sampai akhirnya ia pingsan di depan Deven dan Deven tau dia hamil Deven memaksa ikut Marcha pulang hari itu untuk menghadapi keluarga Marcha Marcha sudah melarang Deven tapi Deven tidak bisa dihentikan apalagi dia membawa hasil USG Marcha jadi... "ini bukan ide yang bagus" kata Marcha "gue udah ada di depan rumah lo" kata Deven "lo gak keberatan dimusuhi Ingvar?" tanya Marcha Deven menggelengkan kepalanya "dia pasti lebih marah sama gue kalau gue gak tanggung jawab sama lo" kata Deven "lo gak takut dipecat sama bokap gue?" tanya Marcha "pecat aja" kata Deven "gue bisa cari kerjaan lain nya" "Dev, keluarga gue ini bukan keluarga biasa dan mereka gak akan setuju sama hubungan kita" kata Marcha "mereka bisa tidak setuju dengan hubungan kita tapi mereka punya cucu dan itu anak gue" kata Deven Marcha tidak bisa membalas Deven "terserah deh lo mau bilang apa" kata Marcha Deven kemudian berjalan di belakang Marcha masuk ke dalam rumah Marcha di dalam rumah Marcha Semua anggota keluarga nya ada dan mereka sedang duduk di ruang tamu sembari melihat ke arah TV "Marcha pulang" kata Marcha lembut "om, tante" sapa Deven sopan "hallo Deven" sapa daddy dan mommy Marcha ramah "eh Dev, lo dateng" sapa Ingvar kaget menatap Deven "bukan nya tadi lo bilang hari ini ada perlu sama Anneth?" Marcha menatap Deven dengan kedua alis nya terangkat bingung "Betrand bukan Anneth tapi enggak, gue batalin" kata Deven "gue..." "ke kamar gue ya, kita bahas tentang laporan nya Vincent tadi... kita" kata Ingvar "ehmmm Var, gue mau ada perlu sama om Berto sama tante Mellissa" kata Deven alis Ingvar terangkat bingung apalagi dengan Marcha berada di sampingnya tapi Ingvar diam saja "silahkan duduk Dev" kata tante Mellissa Deven berjalan dan duduk di sofa sementara Marcha duduk di samping Deven "ada apa Dev?" tanya om Berto "apa ada masalah di rumah sakit?" "ehm bukan om" kata Deven "ini tentang masalah pribadi" masalah pribadi?" tanya om Berto bingung Deven memegang tangan Marcha lalu Marcha dengan lantang mendengar Deven berkata "saya disini mau minta restu om sama tante untuk menikahi Marcha, om, tante" seluruh anggota keluarga Marcha tertegun bingung dan kaget sesaat mereka seperti membeku dalam keheningan waktu dan detik berikutnya...
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN