Bab 22 ( Rindu Ayah )

1012 Kata

Wajah Odil yang sudah sangat kesal dan marah mendekat ke arah Paradise. “Dan itu semua karena kamu!” Odil memukul tubuh Paradise kesal. Paradise hanya diam saja dipukul oleh Odil, dia sama sekali tidak melawan. “Odil, kamu ambil cat di dapur dan kita akan melumuri wajahnya dengan cat hitam itu supaya dia merasakan apa yang kita rasakan.” Odec tertawa dengan jahatnya. “Odec, tolong jangan berbuat seperti itu. Aku sudah jujur sama kalian kalau bukan aku yang melakukan ini semua.” Paradise memohon agar dia tidak mendapatkan siksaan. Lagi-lagi mereka berdua tidak mendengarkan permohonan Paradise. Odil mengambil cat di dapur dan kemudian sudah bersiap untuk melumuri tubuh Paradise. “Kalian! Apa yang sedang kalian lakukan?” Tangan Omora menahan tangan putrinya yang hendak menuangkan cat pada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN