Pria di seberang telepon itu tampak terdiam. “Oh Tuhan! Aku hampir saja lupa karena terlalu banyak pekerjaan seminggu ini. Ayah akan usahakan pulang sebelum ulang tahun mendiang ibu kamu. Kita berdua akan pergi untuk mengunjungi ibu kamu. Kamu jangan bersedih lagi ya, Sayang?” “Iya, Yah, aku tidak akan bersedih lagi.” “Itu baru anak ayah dan ibu yang kuat. Ibu kamu pasti bangga memiliki putri sepertimu, Paradise.” “Aku juga bangga memiliki orang tua seperti kalian. Aku sangat menyayangi kalian.” Paradise segera memberikan ponselnya dan dia secepatnya menghapus air matanya. Odec dan Odil yang melihatnya malah menertawakan pelan kesedihan yang dialami Paradise. “Tidak berguna! Kenapa menangisi orang yang sudah tiada? Menangislah nanti dengan apa yang akan kami lakukan sama kamu,” ucap Od

