Chapter 47 *** Menatap jendela mobil, Thea hanya bisa melihat rintik hujan yang membasahi bumi. Embun mulai terbentuk di sisi luar jendela mobil. Manik Thea masih terpaku keluar, namun pikirannya kini melanglang-buana mencari sebuah mukjizat yang bisa meneranginya. Menipiskan bibir, Thea mengingat beberapa minggu lalu ia masih bersendau-gurau dengan Ri Han. Pria itu bahkan masih memberikan cinta yang selalu Thea harapkan. Sentuhannya, ciumannya, kata-kata manisnya ... masih melekat jelas di benak Thea. Walau semua itu kini hanya menjadi kenangan, Thea masih tidak rela untuk menguburnya dalam-dalam. Ah, tidak bisakah mereka kembali ke masa silam? Tidak bisakah Thea menghilangkan ingatan tentang semua fakta busuk Ri Han? Tidak bisakah ... mereka kembali dan menjalani hari-hari seperti b

