Chapter 46 *** Menatap kosong ke jendela, Thea hanya bisa mengangguk saat ia mendengar suara dari ponselnya. "Baik," jawab Thea. "Terima kasih, Samchon." Pintu terbuka, seketika itu Thea menoleh dan mendapati sahabatnya berdiri di sana sembari membawa satu gelas s**u dan roti isi. Tersenyum, Nana melangkah dan meletakkan sarapan Thea di meja. "Ada kabar apa?" tanya Thea seraya menepuk ranjang, mengisyaratkan Thea untuk duduk dan berbincang. Sang calon ibu pun menuruti kemauan sahabatnya. Nana langsung memberikan s**u yang ia bawa pada Thea. "Aku baru saja membeli s**u untuk ibu hamil," kekeh Nana. "Anakmu butuh asupan nutrisi yang banyak, bukan?" Mendengar celotehan Nana, Thea pun tersenyum haru. Sahabatnya sudah menjadi "suami" kedua untuknya. Tiba-tiba, Thea pun teringat oleh

