Maura membaca perlahan proposal yang tiba-tiba masuk ke emailnya. Sebuah tawaran fashion show di Singapura. Setelah sekian lama, benarkah ada perusahaan yang mau mensponsori dirinya untuk melakukan fashion show? Dan itu bukan perusahaan suaminya. Jika Maura mau, Andre jelas lebih dari mampu untuk menjadi sponsor tunggalnya. Tapi Maura tak ingin karirnya bersinar karena sorotan lampu suaminya. Setelah sekian lama, di dunia mode, ia tetap ingin dikenal sebagai Maura Arstanty, bukan Nyonya Andre Lazuardi Bimantara. Andre memang begitu bersinar. Dan Maura bangga memilikinya. Tapi ia tetap ingin ada bagian dirinya yang orang kenali sebagai seorang Maura yang memiliki talentanya sendiri. Bukan sekedar menumpang ketenaran suaminya. Maura menandai beberapa hal yang ia pikir cukup kritis untuk d

