Bab 194: Perpisahan

1061 Kata

Andre mendahului Maura masuk ke kamar mertuanya. “Van, panggil Om Daffa, cepat.” “Papa, bisa dengar Andre?” Andre duduk di sisi tempat tidur dan menggenggam tangan ayah mertuanya. Maura duduk bersila di atas kasur di sisi yang lain dengan wajah kalut. “Papa.” “Ndre, kenapa?” Daffa muncul diikuti Evan di belakangnya. “Siapkan mobil. Rumah sakit sekarang,” kata Andre. “Gak…usah. Papa bosan ke rumah sakit.” Daffa keluar kamar dengan ponsel menempel di telinganya. “Ajak Papa bicara,” pesan Andre pada Maura sebelum keluar menyusul Daffa. Evan menggantikan posisi ayahnya, duduk di sisi ranjang yang tadi ditempati Andre. “Daf,” panggil Andre. Daffa menyingkir, menjauh dari kamar ayahnya. “Dokter sedang dalam perjalanan.” “Papa memaksa pulang?” tanya Andre. Daffa mengangguk. “Papa bil

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN