Ruang seolah menyempit, detik berdetak cepat, udara pun terasa berat. Bahkan suara deru kapal, gesekan kontainer, dan angin yang meniup benda-benda terbengkalai terdengar begitu memekakkan—seolah mendesak agar tim famiglia gegas bersiap. Belle berdiri di depan papan kayu yang menutup pintu samping, memandang cahaya matahari sore yang menerobos celah-celahnya. Tak ada tanda pergerakan, atau belum, atau mereka yang mengincar pun begitu mengenali area ini. Di balik punggung Belle, ada Vittore, Lorenzo, Carlo, Bruno, dan dua orang Famiglia lainnya berdiri melingkar di atas kotak-kotak amunisi yang disusun sebagai meja dadakan. Denah area, ponsel dengan frekuensi radio, serta pisau lipat berserakan di antara mereka. “Jejaknya terlalu dekat,” ujar Carlo, menjelaskan situasi yang tadi dilihatn

