“Kira-kira apa isinya?” gumam Gyan, mengangkat sebuah flash disk perak ke udara. Benda kecil yang ia dapatkan di dalam paket tanpa nama pengirim. Hanya sebuah kertas putih dengan satu kalimat memberi sambutan. ‘Prépare-toi’ yang artinya ‘bersiaplah.’ Ia membuka laci rahasia—yang bahkan Bruno tak tau mekanismenya. Dari dalamnya, Gyan mengambil sebuah USB drive tipis berwarna hitam, bentuknya nyaris seperti pin kecil. Pemberian Ditya saat Gyan berkunjung beberapa waktu lalu. ‘Program pelindung,’ batinnya, lalu menyeringai. “Kalau lo nerima file mencurigakan, jangan dibuka langsung, Yan. Pakai ini dulu. Programnya bikin sandbox otomatis. Biar ngga ada virus atau spyware yang bisa numbangin sistemmu.” Waktu itu Gyan hanya mengangguk, berterima kasih, meski sebagian ocehan Ditya tak ia pah

