Bagian 44

1059 Kata

Aiden mengenakan pakaiannya kembali ketika jam sudah menunjukan pukul sembilan malam. Matanya menatap Clarissa yang masih terbaring lemah di depannya, tanpa mengenakan sehelai benang pun. Clarissa hanya diam ketika Aiden melangkah menjauh darinya. Dia memilih memejamkan mata dengan tangan terjulur ke lantai. Lelah. Sampai dia merasakan seseoang melemparkan sesuatu ke arahnya tanpa perasaan sama sekali, membuat Clarissa membuka mata dan menatap ke arah sang pelaku. “Pakai pakaian kamu, Clarissa. Aku tidak mau kalau kamu sakit dan besok tidak berangkat,” tegas Aiden dengan nada sinis. Clarissa yang mendengar hanya diam. Dengan tertatih, dia mulai bangkit, menahan rasa sakit di bagian bawahnya. Perlahan, dia mulai mengambil pakaian yang sudah berada di dekatnya dan mengenakan pelan, seseka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN