Bagian 45

1058 Kata

“Ma, kenapa akhir-akhir ini Mama tidak pernah ada waktu untuk Oliv?” Sebuah pertanyaan yang begitu menohok hati Clarissa. Membuat dia yang sejak tadi menyuapi putrinya terhenti seketika. Clarissa bahkan hanya diam dan menatap ke arah putri kecilnya dengan tatapan lekat. “Oliv selalu menunggu Mama, tetapi kata tante Friska, Mama pulangnya malam. Jadi, Oliv tidur dulu dan tidak jadi menunggu,” ucap Oliv dengan tatapan polos. Hening. Tidak ada jawaban dari Clarissa, membuat Oliv memiringkan kepala dan menatap sang mama lekat. Perlahan, tangannya terulur dan meraih pipi sang mama. Dengan lembut, dia mulai mengelus pelan dan tersenyum tipis. “Mama kenapa diam? Mama capek, ya?” celetuk Oliv dengan suara lembut. Clarissa yang mendengar membuang napas pelan, menahan air matanya yang sudah ham

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN