“Di sini, aku atasannya. Jadi, apa pun yang perusahaan berikan, seharusnya kamu mengenakannya, Clarissa.” Clarissa yang mendengar hanya diam. Tangannya sibuk mencoba melepaskan genggaman tangan Aiden di pergelangan tangannya. Matanya enggan menatap ke arah pria kasar di depannya. Aiden yang tidak diperhatikan sama sekali menarik napas dalam dan mengembuskan pelan. Rasanya ingin sekali memaki sikap Clarissa yang tidak pernah menghormatinya. Sampai dia memutuskan untuk menurunkan tangan Clarissa, membuat wanitanya menatap ke arahnya lekat. “Jangan pernah mengabaikanku ketika aku sedang berbicara,” desis Aiden kesal. “Aku tidak mengabaikanmu, sialan. Aku hanya mau kamu melepaskan genggamanmu di tanganku,” sahut Clarissa lepas kendali. Dia lupa kalau saat ini dia tengah berada di kantor Ai

