Bagian 32

1048 Kata

Friska masih menatap ruangan di depannya dengan tatapan cemas. Sejak tadi, Albert tidak juga keluar dari ruangan Olivia. Bahkan, sejak tadi juga Friska tidak mampu duduk dengan tenang. Dia selalu berdiri dan berjalan mondar-mandir. Tidak nyaman sama sekali. Ada rasa cemas karena tidak juga mendapat kabar. “Tuhan, semoga tidak ada hal buruk terjadi dengannya,” gumam Friska sembari menyatukan kedua tangan dan mendongakan kepala. Friska menarik napas dalam dan mengembuskan pelan. Berulang kali dia mencoba menenangkan hatinya yang tidak karuan sama sekali. Kakinya masih terus berjalan ke sana-sini, mencoba menenangkan perasaan yang tidak karuan. Hingga manik matanya menatap Bastian yang tengah melangkah ke arahnya dengan langkah santai, membuatnya berdecak kecil dan menatap tidak suka sama s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN