Friska menatap wajah Olivia yang tengah berbaring dengan mata terpejam. Rasanya tidak tega karena gadis kecil tersebut terus menanyakan mengenai mamanya. Namun, dia sendiri bingung harus mengatakan apa tentang Clarissa yang tidak bisa dihubungi sama sekali. Bahkan, sudah berulang kali dia mencoba menghubungi sahabatnya tersebut, tetapi hasilnya tetap sama, tidak ada jawaban. “Clarissa masih belum kembali?” Friska yang mendengar menatap ke asal suara, mendapati Bastian yang baru saja masuk dengan tangan membawa kotak nasi. “Belum,” jawab Friska sembari mengalihkan tatapan dan kembali memandang wajah Olivia lekat. Bastian hanya melangkah ke arah Friska berada. Matanya menatap jam dinding yang tepat di depannya, menujukan pukul sepuluh malam. Sampai dia mengehntikan langkah dan menatap ke

