“Terima kasih, Pak,” ucap Clarissa dengan senyum lebar dan membayar taksi. Dia segera menegakan tubuh, menatap rumah sakit tempat putrinya di rawat. Dengan tergesa, dia segera melangkahkan kaki ke arah rumah sakit tersebut. Rasanya sudah tidak sabar melihat putrinya. Pasalnya, seharian dia tidak melihat Olivia sama sekali, membuatnya merasa rindu. Clarissa setengah berlari ketika sudah tidak sabar. Dia mengabaikan tatapan para pengunjung rumah sakit yang melihatnya baru saja pulang kerja. Clarissa hanya diam dan terus melanjutkan langkah, sesekali menatap jam tangan yang sudah menunjukan tengah malam. “Aiden kurang ajar. Aku menjadi kekurangan waktu untuk bersama dengan putriku,” gumam Clarissa dengan wajah kesal. Clarissa menggelengkan kepala berulang kali ketika mengingat perlakuan Ai

