Bagian 55

1050 Kata

Aiden melangkah pelan. Matanya menatap ke arah bocah kecil yang tengah berada di kursi roda. Sejak tadi dia hanya diam, mengamati wajah yang terasa begitu sama dengannya. Alis yang sama, hidung yang sama. Bahkan, mata dan bibir yang terasa sama. Hanya senyum yang terasa begitu berbeda. Astaga, apa seseorang telah mencuri spermaku, batin Aiden dengan perasaan tidak karuan. Hingga dia melihat gadis tersebut memasuki sebuah kamar. Membuatnya mengerutkan kening dalam. “Dia sakit apa?” gumam Aiden merasa penasaran. Dengan langkah tenang, dia mulai berdiri di depan pintu ruangan, menatap bocah kecil tersebut dari celah kaca yang ada di pintu. Kenapa rasanya aku tidak mau berpaling dari gadis itu, batin Aiden. Matanya tetap mengamati bocah tersebut. Bahkan, tanpa sadar dia selalu mengulas seny

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN