Bagian 54

1091 Kata

Clarissa menarik napas dalam dan membuang pelan. Sejenak, dia memilih menyandarkan tubuh di kursi kerja, menghentikan sejenak aktivitasnya. Dia hanya diam dengan tangan memijat kening pelan. Entah mengapa, kali ini dia merasa badannya tidak sebaik biasanya. Astaga, apa aku sakit, batin Clarissa sembari memejamkan mata pelan. Namun, baru beberapa detik matanya terpejam, pintu ruangan atasannya terbuka, membuat Clarissa membuka mata dan segera menegakan tubuh. Dia hanya diam dan kembali mengerjakan aktivitasnya. Tidak mau kalau nantinya dia akan mendapat masalah lain dari Aiden. “Sudah selesai?” tanya Aiden dengan nada yang lebih manusiawi. Clarissa yang mendengar mendongak, menatap ke arah Aiden dengan pandangan datar. “Belum, Pak,” jawabnya dengan nada bicara sopan. Aiden yang mendeng

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN