Bagian 63

1079 Kata

Aiden mulai memberhentikan mobil di parkiran rumah sakit. Dengan tergesa, dia mulai turun dan melangkah penuh semangat. Sejak tadi dia hanya memikirkan mengenai Oliv yang akan dia dapatkan, membuatnya semakin semangat untuk mengambil sampel dari bocah kecil tersebut. Aiden terus melangkah lebar dan semakin semangat ketika sudah dekat dengan rumah sakit. Namun, manik matanya menatap bocah yang sejak tadi menjadi objek pikirannya, membuat langkahnya terhenti dan menatap ke arah sang pelaku. Hening. Aiden hanya fokus dengan bocah kecil yang saat itu tengah bercerita dengan seorang wanita, membuat manik matanya tidak beralih sama sekali. Matanya terus menatap dengan senyum mengembang dan tatapan sayu. “Astaga, jika dia benar anakku, aku benar-benar sudah membuatnya hidup susah selama ini,”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN