Clarissa menatap jam dinding di depannya lekat. Rasanya benar-benar jenun menunggu jam kerjanya berakhir. Ditambah dengan tugas yang sudah selesai, membuat rasa bosan semakin bertambah dengan sendirinya. Clarissa hanya memainkan pena di tangannya, berusaha mengusir bosan yang sejak tadi datang. Hingga dering ponselnya terdengar, membuat Clarissa mengalihkan pandangan dan menatap ke asal suara. Dengan malas, tangannya mulai meraih ponsel dan menatap nama yang tertera di layar. Clarissa berdecak kecil dan memutar bola mata ketika melihat nama yang tertera. Dengan malas, dia mulai menggeser layar ponsel dan meletakan di telinga. “Halo,” sapa Clarissa tanpa semangart sama sekali. “Clarissa. Jika ada yang memcariku, katakan aku tidak di ruangan dan suruh dia kembali besok. Hari ini aku tida

